Website Resmi Rohani Islam SMA Negeri 2 Semarang, berisi info kegiatan dan artikel-artikel menarik lainnya
Latest Post

Ujian Keimanan - Sa'ad bin Abi Waqash

Written By Rohis Smanda Semarang on Friday, June 12, 2020 | 12.6.20

"Demi Allah, ketahuilah wahai Ibunda, seandainya Bunda memiliki seratus nyawa, lalu ia keluar satu per satu, maka tidaklah anakmu ini akan meninggalkan agama ini (Islam) walau ditebus dengan apa pun."

••••••••••

Sa'ad bin Abi Waqash merupakan seorang sahabat Rasulullah Saw. yang dijamin masuk surga. Beliau memeluk Islam ketika berumur 17 tahun. Suatu hari, Abu Bakar menemuinya dan mengajak Saad bertemu Rasulullah. Pertemuan itu mengesankan bagi Sa'ad. Ia pun segera menerima risalah Nabi Muhammad Saw. dan mengucapkan syahadatain. Sejak saat itu, Sa'ad menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam, yakni dalam era Makkah atau sebelum Hijrah.



Mengetahui anaknya mengikuti ajaran Muhammad, ibunda Saad murka. Berhari-hari ibu Saad mogok makan, berharap anaknya luluh dan keluar dari agama Islam. Semakin hari, keadaan ibunya semakin buruk. Dalam ujian keimanan yang berat seperti ini, keimanan sang sahabat kokoh menghujam dan keluarlah kalimat yang abadi itu. 

"Demi Allah, ketahuilah wahai Ibunda, seandainya Bunda memiliki seratus nyawa, lalu ia keluar satu persatu, maka tidaklah anakmu ini akan meninggalkan agama ini (Islam) walau ditebus dengan apa pun."


Akhirnya, sang ibu rela anaknya memeluk agama Islam. Selang waktu kemudian, turunlah wahyu terkait kisah Saad ini, yaitu QS. Luqman ayat 15.


وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Episode 2 (Ta’aruf) : “Mati Satu Tumbuh Seribu.”

Written By Rohis Smanda Semarang on Saturday, April 25, 2020 | 25.4.20


Eeeiitss! Jangan lupa baca episode sebelumnya yaaw! Supaya paham akan isi dari episode kedua. Enjooy, hehe!
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Kantin Sekolah - Sekolah Anak Indonesia            Keadaan yang semula membeku kini kian mencair, bersamaan dengan tawa kami berdua yang sebenarnya masih kaku-kaku.

            “Memang beneran begitu? Sampai salah masuk tempat wudhu? Kok bisa? hahaha!” kataku yang belum berhenti cekikikan mendengar cerita Risya tentang seorang pemuda yang salah masuk tempat wudhu.

            “Iyaa! Ya, kejadian itu sama aja seperti ketika kita terlalu suka dan senang dengan kenikmatan yang saat ini kita genggam, bikin terlena. Padahal yang seharusnya bisa membawa kita ke Surga, eh nyasar deh ke neraka.” Ujarnya.

Dan benar. Lagi dan lagi kata-katanya cukup bisa membuat aku melamun menatapnya. Kehabisan kosa kata sampai tidak ada jawaban yang bisa aku katakan. Paling-paling hanya mengangguk tanda aku paham.

Suasana kantin saat ini, ya, jauh dari ekspetasiku yang kerap kali mejadi ketakutan tanpa sebab yang pasti. Ramai, namun tetap damai. Tanpa ada keributan yang merugikan ditengah keramaian. Namun, tidak bisa dipungkiri disini sangat-sangat terlihat mengelompok sama seperti keadaan kelas yang selama ini aku keluhkan. Dan..

            “Risya! Dicariin di kelas, rupanya disini. Hmm,” sapa seorang gadis berkulit sawo matang yang datang dari sisi kiri Risya.

            “Aduuh, maaf ya, Asma’. Tadi aku keluar duluan, soalnya ada perlu sama Bu Lely, biasa susulan ulangan kemarin. Hehe.”

            “Heem, its oke!” jawab gadis sawo matang itu yang kemudian sontak memandang aku yang sedang nikmat menyantap bakso mercon Bu Sri.
Sepertinya dia sangat asing terhadap aku, dan sepertinya juga dia ingin tahu siapa orang yang sekarang tepat berada di depan temannya itu, Risya.

            “Ai’, sebelas mipa dua!”

Aku sengaja memulai percakapan. Setidaknya sebelum ia mengambil keputusan untuk menilai bagaimana diriku. Ini juga merupakan langkah awal mencegah banyak pikiran yang terkadang lebih senang menerka-nerka. Ujung-ujungnya ya, semua berdasarkan menurut diri sendiri.

            “Asma’. Oh, adek kelas.”

Meski jawabannya sedikit kecut. Ah, tapi tidak-tidak! Jangan beranggapan macam-macam.
Risya pun meminta Asma’untuk bergabung bersama kami. Berharap kami bertiga bisa menjadi kawan baik kedepannya. Dan.. berharap aku akan semakin mengenalnya. Namun, diluar dugaan. Ternyata ia menolak, ia lebih memilih pergi meninggalkan kerumunan kantin. Katanya ingin merampungkan tugas sekolah yang semalam ia cicil.

“Risya, aku pamit juga ya, kelas aku jauh soalnya dari kantin. Takut kena hukum nanati kalau terlambat masuk kelas.” Ujarku.

“Mm, kalau begitu aku ngga jadi ke kelas deh. Tiba-tiba pengen makan pedes!” ucap Asma’yang tiba-tiba kembali. Sedikit aneh, namun aku coba untuk tidak ikut-ikutan berpikir aneh.

Akhirnya pun aku bergegas menuju kelas dan meninggalkan kebingungan akan sikap Asma’ terhadapku.



       

Episode 1 (Pengenalan) : “Apapun yang Didatangkan, Pasti Punya Tujuan.”

Written By Rohis Smanda Semarang on Saturday, February 29, 2020 | 29.2.20



Perkenalkan, namaku Ai’Nur Kamila. Kebanyakan orang sih memanggilku dengan sebutan Ai’. Pakai tanda petik satu diatasnya. Pengucapannya sama dengan ketika melafalkan huruf ‘ain dalam huruf hijaiyah. Bisa dibilang aku adalah seorang introvert yang ingin taubat. Hehe. Memaksakan diri untuk tidak memikirkan segala sesuatunya berdasarkan, ‘menurutku…’

Sebenarnya introvert ini bukan bagian dari penyakit menular, atau bahkan gangguan kejiwaan yang terlanjur kalut dipemikiran mereka-mereka yang sering menjadikan kata introvert sebagai bahan ‘guyonan’. Bahkan bisa dibilang aku cukup tersiksa dalam jeratan sifat yang satu ini, akan tetapi juga cukup sulit menyesuaikan lingkungan dan keluar dari zona ini. Nah, yap! ini merupakan singkat kisahku ketika aku menarik diriku untuk keluar dari 
"z o n a  a m a n."
...

             Saat itu langkahku terburu-terburu, tepat satu menit setelah bel istirahat berbunyi. Kupercepat terus langkah kakiku, dengan membawa perasaan tak sabar untuk tiba di taman belakang sekolah yang sepi nan menenteramkan itu. Di waktu yang bersamaan, petaka datang. Seorang gadis tinggi semampai tak sengaja menghantamkan tubuhnya hingga mengenai bahuku.

            “Aduh!!”

            “Astaghfirullahalazim! Ah, maaf ya, aku nggak sengaja tadi. Kamu baik-baik aja,kan?”

Tak ada jawaban apapun dari bibirku. Melainkan hanya ada pandangan kosong menatap wajah berseri nan teduh dari sosok itu.

            “Heii! Kamu nggak apa-apa?” dia menegurku lagi.

            “Ooh, maaf-maaf. A..aku nggak apa-apa kok.” Jawabku sedikit gugup.

Kemudian tanpa berpikir panjang, aku bergegas pergi tanpa permisi. Mempercepat langkah sambil mendekap buku dan penaku yang beberapa kali hampir lolos dari genggamanku.

            Ku duduki kursi panjang yang hampir rapuh itu, dengan pohon mangga besar yang memberi kesan teduh. Tak lain tak bukan, di sana kucurahkan semua emosi ku. Berharap tak ada siapapun yang tahu tentang semua kegundahanku. Pena dan buku jadi sasaran pelampiasan setiap harinya. Hingga dalam waktu dua hari saja buku notes ini penuh akan curahan hati.

Awalnya aku ingin menyembunyikan air mata yang hendak jatuh, tapi lagi dan lagi gadis itu mendapatiku yang tengah mengusap-usap air mataku.

            “Ada apa kemari? Kamu ngikutin aku, ya?!” tanyaku dengan intonasi sedikit naik.

            “Uh, maaf-maaf. Bukan begitu, aku hanya merasa kamu sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu, aku berusaha mencuri langkah untuk… ya, mungkin bisa menjadi tempat keluh kesahmu.”

Lagi dan lagi dia menatap dengan penuh kesejukan, setiap yang ia katakan selalu mengandung kehangatan. Aku tidak pernah menemui seorang gadis yang lemah lembut seperti dia.

            “Aku sudah biasa seperti ini. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, apalagi sampai diceritakan ke orang-orang. Karena, menurutku kamu terlihat seperti siswi yang punya banyak teman, nggak tahu bagaimana rasanya dipojokkan.” Balasku.

            “Huh? Itu menurut sudut pandangmu. Kamu belum mengenali aku, kan?”

            “Risya Khairani!” sambil mengulurkan tangannya.

            “Ai’!”

            “Sekarang, kita berteman?” dia menanyakan ini kepadaku, dengan semburan matanya yang membulat dan senyumnya yang memamerkan lesung pipi yang manis.

            Aku tidak menjawab sepatah katapun, hanya anggukan kepala sebagai isyarat setuju.

            “Allahuakbar.. Allahuakbar!” Azan zuhur berkumandang.

            “Muslimah, kan?” tanya Risya.

            “Hah? Ya, seperti yang kamu lihat, aku berhijab.”

            “Hahaha, bercanda aja. Yuk, shalat di masjid!”

            Kemudian suara kumandang azan mengiringi langkah kami berdua menuju masjid sekolah yang lokasinya cukup dekat dengan lokasi kami berbincang tadi. Hari ini merupakan hari dimana ada seseorang yang dengan legowo menyatakan ingin berteman denganku. Karena yang sudah-sudah hanya datang, kemudian memaki. Dan hari ini juga merupakan awal dimana aku keluar dari zona amanku.  



Sertijab 2019/2020

Written By Rohis Smanda Semarang on Friday, December 27, 2019 | 27.12.19

Teruntuk adik-adikku,

Segala letih dan lelah yang tertempuh dalam setahun terakhir, kini telah berakhir masanya. 

Segala peluh dan air mata yang terkenang setahun terakhir, kini melengkungkan senyum indahnya. 

Perjuangan kami telah berakhir, adik-adikku. 

Kini, giliran kalian meneruskannya. Meneruskan perjuangan para prajurit Allah untuk terus mendakwahkan masyarakat di sekolah. Kini, kalianlah pemegang panji itu.

Jangan terlalu larut dalam kelelahan. Ingat seberat apapun pundakmu membawa beban, setinggi apapun kamu mendongak, sesakit apapun perjuanganmu, kamu masih memiliki tempat untuk terus bersujud. 

Jaga selalu ROHIS SMA Negeri 2 Semarang untuk satu tahun ke depan, dan setelahnya, adik-adikku. Ingat selalu amanah kalian. 


Insyaallah, Lelahmu Lillah.

Tertanda, 
Pengurus Rohissmanda periode 2018/2019


Alhamdulillah, ROHIS SMA Negeri 2 Semarang telah melakukan Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Desember 2019

Pada Sertijab periode ini telah disahkan  
Pilar Yoga Nanda sebagai Ketua Rohissmanda
Afif Ghani Zahran sebagai Ketua Departemen Kaderisasi
Farhan Rizky sebagai Ketua Departemen Dakwah
Aditya Kurniawan sebagai Ketua Departemen Infomed
Khairul Ikwan sebagai Ketua Departemen Takmir
Devita Ayu Rosiana sebagai Ketua Departemen Annisa

Insyaallah, semoga Allah selalu menaungi para penerus dakwah di sekolah tercinta ini. Semoga, yang telah diberi amanah menjaganya dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab. Semoga Allah senantiasa menemani langkah mereka.

Aamiinn..

Semangat, dan Berjuanglah, para pengurus baru. Insyaallah, segala lelah yang kalian rasakan, Lillah. 

Karena, Amanah tidak akan pernah salah memilih pundak.

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh~


ROHISSMANDA~
BELAJAR, BERJUANG, BERTAKWA,
ALLAHUAKBAR!!

Lembayung Karsa

Written By Rohis Smanda Semarang on Sunday, December 22, 2019 | 22.12.19


// Tentang Jiwa yang Mati Rasa Akan Luka //

         Ini, kisah ku. Mungkin juga kisahmu, dan kita semua. Kisah metamorfosis dari kecil hingga mendewasa. Perubahan signifikan yang kadang kita sendiri tak rasa. Jari-jari tangan penuh cinta turut berperan seiring tumbuhnya diriku, kamu, dan kita semua. Diikuti senyum tipis. Ibu. Ibu. Ibu. Perwakilan dari banyaknya sebutan anggun. Iya. Ibu namanya. Gelar tertinggi yang kelak diemban oleh seluruh kaum hawa di dunia. Bersyukurlah. Jadi ibu tidak mudah. Susah, lelah, sampai pasrah.



            Kita semua tahu, bahwa tak ada satu pun manusia yang lahir tanpa kerja keras seorang ibu. Wanita tertangguh sejagaaatt rayaaa. Hehe. Yang setiap harinya namaku, namamu, nama kita semua, tak pernah absen dari runtutan doanya. Berharap kelak nanti aku, kamu, dan kita semua jadi manusia berhati, berjiwa, berperasaan. Tak apa bila kelak tak mengusung gelar, yang ibu harapkan agar jadi manusia berguna. Memiliki kasih dan sayang yang utuh jadi satu. Tidak hanya setengah-setengah. Hanya kasih, ataupun hanya sayang.


'menghela napas sebentar'

            Aku lelah bila bicara soal ibu. Tak akan cukup waktuku. Andai kata aku pun sanggup untuk mengungkap, kalimatnya tak akan sempurna. Didesak oleh air mata yang memaksa luruh. Bersamaan dengan rasa kesal penuh. Kesal, mengapa masih membangkang? Aku, kami, dan kita semua, tanpa sengaja pasti pernah, mengukir luka di hati tulusnya. Berusaha menghapus, namun tak sampai bersih. Bagaimanapun juga kaca yang pecah bila dirangkai kembali, wujudnya tak lagi sama sempurna. Namun, kata maaf diam-diam selalu menyelinap. Terlihat dari sorot matanya yang teduh menatap anak-anaknya.

Untuk : Istri Ayahku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu. Aku ingat. Ketika mataku untuk pertama kalinya menatap sejuk senyummu yang dibasahi air mata haru-mu. Selembut itukah, Bu? Bahkan saat-saat menahan lara pun, engkau mampu tersenyum dan menangis dalam waktu bersamaan.

Kemudian menginjak usia balita, engkau mengajariku berbicara, berbahasa dengan baik, berjalan, mengenal sekitar. Lalu di usia awal sekolah, bapak ibu guru sering mengingatkan aku dan teman-teman ku untuk belajar mengeja namamu. I-b-u.

Hingga sekarang aku mendewasa, aku menganalisa makna kata yang kerap aku dan mereka semua ucapkan. I-b-u. Cukup singkat. Hanya tiga huruf. Tiga huruf yang ketika berbicara mampu menggetarkan dada dan ketika menangis meresahkan segenap diri.

Maaf ibuku. Maaf. Maaf.

Maaf hingga detik ini aku belum sempat mengangkat namamu dengan berbagai aksi kerenku. Anakmu kini hanya bisa mengingat dirimu, jasamu, berharap agar setiap langkah, ridho-mu tak pernah terlewat.

Kasih, sayang, dan cintamu semoga menurun kepada orang-orang yang terlahir dari perut kuat mu. Yang senantiasa memanusiakan manusia. Tak banyak yang bisa ku beri, Bu.
Ini sebait terakhirku. Selembar sajak ini berlaku untuk hidup dan matiku, Bu. Bukan ketika tanggal dua puluh dua desember saja. Hari ibu untukmu adalah sepanjang hari. Tidak hanya hari ini saja. Cintaku buatmu sepanjang masa usia orang terdahulu, bukan sebatas usia senja. Karena buatmu, tak akan ada habisnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
                                                                                  
                                                                    manusia yang semoga saja tahu diri

                                                                                          
                                     Anakmu


After Muslim Gravity 2018

Written By Rohis Smanda Semarang on Wednesday, March 21, 2018 | 21.3.18

Assamu’alaikum sobat Rohis Smanda.. apa kabar nih? Alhamdulillah proker tahunan Rohis terbesar, Muslim Gravity sukses dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Maret 2018. Hmmm kali ini kita mengangkat tema “SATU HATI, SATU JIWA, UMAT MUSLIM BERSAUDARA”
Menarik kan teman-teman? HeheJ
Guest star kami kali ini adalah ustaz Abdul Kaafi. Siapa sih yang ga tau beliau? Pastinya sudah pada tau dongg.. yapps pengisi ceramah di salah satu channel swasta, Trans Tv dalam acara Islam Itu Indah.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penampil yang ikut meramaikan acara tersebut adalah juara 1 dan juara 2 Seni Kreasi Musik yang telah dilaksanakan dalam rangka Road to Muslim Gravity 2018, Nice Voice , Rebana Anjamil , dll. Selain itu, kami juga membagikan ciput untuk akhwat-akhwat smanda dengan syarat apabila bisa menjawab pertanyaan dari kami seputar agama islam, maka akan dihadihi ciput dan stiker.
Berikut kemeriahan acara Muslim Gravity 2018,
Jamaah Tabligh Akbar Muslim Gravity 2018
Dimulai dari penampilan juara 2 Lomba Seni Kreasi Musik XI MIPA 12 sebagai sajian pertama dari acara tsb.
 
Penampilan Juara 2 SKM XI MIPA 12
Memasuki acara pembukaan dan menyayikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh siswa siswi SMA N 2 Semarang, dan dilanjut dengan pembacaan tilawah Al Qur’an dan sari tilawah.
Pembacaan tilawah dan sari tiawah
Pada kesempatan kali ini Muslim Gravity dibawakan oleh MC dari pengurus Rohissmanda semdiri yaitu Muhammad Rafif Aditya XI MIPA 3 dan Sya’ary Noor Ikhlasul Haq X MIPA 4.


Dalam Muslim Gravity 2018, pihak Rohissmanda turut mengundang para pejabat daerah setempat dan memberikan kesempatan untuk sambutan sambutan.

Sambutan Ketua Panitia Mulim Gravity 2018
Abdullah Zidan Haqqoni 

Sambutan Kepala Sekolah
Bapak Yuwana M.Kom
Sambutan Kemenag Kota Semarang
Dalam beberapa kesempatan yang lalu yakni 3 Februari 2018 telah dilaksanakan Muslim Gravity Competition dan pada puncak acara ini dibacakan oleh PJ Muslilm Gravity Competition Muhammad Nafis Ubaidillah X MIPA 4 berdasarkan hasil keputusan juri para pemenang lomba antara lain
Pembacaan Pemenang oleh PJ lomba Muslim Gravity 2018 
Lomba Seni Kreasi Musik
                Juara 1 : X IPS 1
                Juara 2 : XI MIPA 12
                Juara 3 : XI MIPA 8

Para Pemenang Lomba SKM
Lomba Kaligrafi
                Juara 1 : Akmal A.B                     XI MIPA 3
                Juara 2 : Sanintya A.                    XI IPS 2
                Juara 3 : Aziz Wahyu L.               XI MIPA 10

Best Sopporter XI MIPA 8

Para Pemenang Lomba Kaligrafi dan Best Supporter

Lomba Cerdas Cermat Islam
                Juara 1 : Nur Aini S.                     XI MIPA 8
                Juara 2 : Fahrel Heiza S.               XI MIPA 5
                Juara 3 : Ulfah Khoirunnisa           X MIPA 8

Para Pemenang Lomba CCI
Kemudian juga ada penampilan terbaik dari Juara 1 Seni Kreasi Musik X IPS 1

Penampilan Juara 1 SKM X IPS 1
Setelah itu ada juga penampilan indah dari Nice Voice Smanda

Penampilan Nice Voice Smanda
Dan penyajian memukau dari Rebana Anjamil Hidayat Smanda yang berhasil membuat penonton tertarik dan menikmati penampilan tsb.

Penampilan Anjamil Hidayat Smanda

Acara sangat berjalan lancar hingga inti acara yaitu tausiyah Ustadz Abdul Kaafi dalam ceramah yang berdurasi kurang lebih 1 jam beliau menyampaikan atau sharing beberapa hal berikut.

Ustadz Abdul Kaafi
·         Lunturnya nilai islami
Generasi muda jaman sekarang sudah mulai luntur nilai nilai islamnya. Bisa dilihat salah satu contoh sekarang kalau dimasjid yang adzan yang iqamah yang imam yang menjaga kebanyakan aki aki. Padahal mereka sudah tua. Seharusnya anak muda yang peka mereka menggantikan posisi yang sudah diisi oleh aki aki tersebut.
·         Semangat Belajar Berjuang Bertaqwa
Kita sebagai generasi muda harus terus belajar dan mencari ilmu juga mendalaminya. Semua sudah diatur dalam hadis rosulullah, kita tinggal mencari hadis tersebut dan mempelajarinya. Karena kedalaman ilmu sangatlah penting. Kita ingin melakukan sesuatu, menyeleseikan persoalan persoalan harus pakai ilmu. Jangan asal. Sehingga wawasan kita luas dan dapat menyeleseikan problematika kehidupan. Seperti contohnya, saya pernah ditanya: ustad mengapa kalau kita solat duduk tahytul akhir yang diacungkan harus tangan telunjuk bukan tangan jempol. Ternyata, dibalik semua itu ada makna atau hikmat tersendiri.  Kita dianjurkan untuk mengacungkan tangan telunjuk karena ketika kita mengacungkan telunjuk ada syaraf yang terhubung dengan seluruh tubuh dan itu dapat melancarkan peredaran darah ,
Diangkatnya jari telunjuk saat shalat agar terkumpul isyarat TAUHID dalam dirinya baik secara keyakinan, ucapan dan perbuatan.
Contoh lain ketika kita mengucapkan salam. Dalam pengetahuan kita, mengucapkan salam sunnah hukumnya namun menjawab salah wajib hukumnya. Namun, ketika kita tidak dilandasi ilmu,  semua menjawab salam, jita anggap wajib. Padahal ada beberapa salam yang tidak wajib dijawab salah satunya salam buat orang yang sudah meninggal, salam waktu masuk kuburan. Kalau kita menjawab salam tersebut, sama saja kita didoakan buat mati. Kemudian salam ketika solat. Ketika imam tahyat akhir, kemudian mengakhiri solatnya dengan salam, kita sebagai ma' mum tidak wajib menjawab. Kalu kita tidak dilandasi dengan ilmu, kita bisa saja mengira ketika imam salam kita salamnya menjawab waalaikumusslam, padahal itu dapat membatalkan solat karena tidak sesuai tuntunan nabi.
·         Kunci Sukses
Banyak diantara kita yang ingin sukses. Salah satu kunci sukses yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah, berusaha, berdoa, dan pasrahkan semua hasilnya kepada Allah. Perbanyak membaca Alquran, berdoa agar dibangunkan di sepertiga malam, insyaAllah kita bisa meraih apa yang kita inginkan.
·         Lunturnya Akhlaqul Karimah
Zaman sekarang sudah mulai krisis akhlaqul karimah, sudah digerogoti dengan 3F yaitu
1.       Food(makanan)                = Adanya makanan barat yang mulai menjajah makanan lokal.
2.       Fashion(pakaian)             = Pakaian yang mulai meniru bangsa barat, perubahan tersebut dapat menurunkan iman kita.
3.        Fun(hiburan)                    = bangsa barat menciptakan game online yang dapat melalaikan kewajiban kita, seperti sholat, mengaji, dll.
Ustaz Abdul Kaafi berpesan agar akhlak kita tidak hilang, marilah belajar agama. Dengan belajar agama kita dapat mengetahui pertanyaan yang benar dan jawaban yang benar. Sebab akhlakul karimah yang dibangun dengan ibadah itu yang utama.
Terimakasih sudah berpartisipasi, semoga postingan ini bermanfaat. Jazakumullah katsiran
SALAM UKHUWAH !!!

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuhJ

Foto bersama Pengurus Rohissmanda bersama Ustadz Abdul Kaafi 

Road To Muslim Gravity 2018

Written By Rohis Smanda Semarang on Saturday, February 17, 2018 | 17.2.18

Muslim Gravity Competition
Assalamu'alaikum sobatttttt:)

Di sini admin mau ngasih tau nih, rangkaian kegiatan menuju Muslim gravity 2018.
Yuk baca artikel berikut:))
Apa sih Muslim Gravity itu? Muslim Gravity adalah program kerja tahunan Rohis SMA N 2 Semarang dalam bentuk kajian akbar. Acara ini dihadiri oleh guru, siswa siswi muslim SMA N 2 Semarang dan tamu undangan dari rohis se-kota Semarang.

Nahhh, dalam rangka mewujudkan visi dan misi SMA N 2 Semarang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh siswa kepada Tuhan YME, Rohissmanda mengadakan Muslim Gravity Competition. Acara tersebut merupakan bentuk kegiatan Road To Muslim Gravity 2018. Lomba tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu 3 Februari 2018 dalam acara itu terbagi menjadi 4 lomba untuk siswa siswi kelas X dan XI antara lain

1. Lomba Seni Kreasi Musik


Lomba Seni Kreasi Musik

    Lomba yang dilaksanakan di aula graha widyatama Sabtu kemarin merupakan  lomba yang sangat bergengsi dengan mengusung tema satu rasa, satu jiwa, umat muslim bersaudara. Dari lomba tersebut diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyyah (umat muslim) dan ukhuwah basyariyah (umat manusia), selain itu juga meningkatkan kerja sama antar tim lomba tersebut. Keserasian irama, teknik vokal dan keindahan dalam penampilan menjadi aspek penilaian lomba ini.
      Lomba tersebut menghadirkan juri juri yang berkompeten di bidang musik diantaranya
Juri I          : Nanda Ari Fatahillah dari Universitas Diponegoro.
Prestasi Juri > Medali emas kategori Mixed Sacred Music, dan Folklore pada 5th Canta Al Mar 2016, Barcelona, Spanyol.

Juri II          : Yusril Rida Pratama dari Universitas Negeri Semarang.
Prestasi Juri > Medali Perak SDGNFC 2015.

Juri III         : Bapak Ahmad Munif  ( Pembina Rebana Anjamil Hidayat SMA N 2 SMG)

Aspek yang dinilai para juri adalah harmonisasi, irama, tempo, teknik vokal, ekspresi, penghayatan, dan kekompakan.

Dari lomba tersebut berhasil terpilihnya juara 1,2, dan 3.
Juara 1 : X IPS 1
Juara 2 : XI MIPA 12
Juara 3 : XI MIPA 8
Rohissmanda juga memberikan kesempatan kepada juara 1(X IPS 1) untuk tampil dalam acara Muslim Gravity tanggal 7 Maret 2018.

2. Lomba Cerdas Cermat Islam (CCI)
     Lomba yang dilaksanakan di ruang Audio Visual SMA 2 ini  diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan seputar Islam yang Rahmatan Lil Alamin bagi Nusantara, selain itu juga menyaring bakat untuk mengikuti lomba CCI ditingkat yang lebih tinggi sehingga dapat membanggakan SMA N 2 Semarang. Aamiin.
Lomba Cerdas Cermat Islam
Juara Lomba CCI
Juara 1 : Nur Aini                ( XI MIPA 8 )
Juara 2 : Fahrel H.I.            ( XI MIPA 5 )
Juara 3 : Ulfah Khairunnisa ( X MIPA 8 )

3. Lomba Kaligrafi
     Lomba yang diselenggarakan di ruang X MIPA 8 dan 9 ini  sangat identik dan penuh nuansa islami karena pasalnya dalam kaligrafi terdapat ayat Al-Qur'an ataupun hadits dan petuah berbahasa arab lainnya. Lomba ini dapat meningkatkan kreativitas seni dan diharapkan peserta lomba ini dapat mengembangkan bakatnya. Aamiin.
Juri Lomba kaligrafi kali ini yaitu berasal dari GURU SMANDA sendiri yaitu
Juri I   : Bapak Khoiri 
Juri II  : Bapak M. Agus Budi 
Juri III : Bapak Sumarno SR

Aspek yang dinilai para juri adalah kaidah penulisan, kombinasi warna, keindahan, kerapian, dan kebersihan.


Lomba Kaligrafi


Juara Kaligrafi
Juara 1. = Akmal A. B.                  XI MIPA 3

Karya Akmal A. B.

Juara 2. = Sanintya Audina           XI IPS 2


Karya Sanintya Audina

Juara 3. = Aziz Wahyu Laksono   XI MIPA 10

Karya Aziz Wahyu Laksono
4. Best Supporter
       Lomba lomba di atas selalu punya supporter atau dukungan dari kelas masing masing untuk selalu memeriahkan acara. Best Supporter jatuh kepada XI MIPA 8.

SELAMAT BAGI PARA PEMENANG!!!, bagi yang belum menang bisa mencoba pada kesempatan berikutnya pada tahun 2019.

Semua hadiah lomba akan dibagikan pada acara Muslim Gravity 2018.

Alhamdulillah acara Muslim Gravity Competition dapat berjalan baik.
Semua itu karena Kebesaran Allah SWT. sehingga hasil kerja keras dan kerja sama dari panitia lomba Muslim Gravity, seluruh pengurus Rohissmanda 2017/2018, juga partisipasi seluruh peserta lomba siswa siswi SMA N 2 SMG berjalan dengan lancar. 


Foto bersama seluruh pengurus Rohissmanda 2017/2018 setelah lomba
Road To Muslim Gravity 2018
Banyak kegiatan seru, menarik, bermanfaat deh dalam acara itu. Dari panitia nya juga sudah banyak berjuang untuk mengadakan big event itu.

Jadi, nantikan ya akhi wa ukhti Muslim Gravity 7 Maret 2018.     

Syukron katsir. :)))
Wassalamu'alaikum
 
Support : Nusanadaft | Syiar Smanda | AFLAH WEB
Copyright © 2009-2014. ROHIS SMANDA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Q.S. Muhammad ayat 7)