Website Resmi Rohani Islam SMA Negeri 2 Semarang, berisi info kegiatan dan artikel-artikel menarik lainnya
Latest Post

Mulai Sekarang Berhati-hatilah dalam Memberi Pujian

Written By Rohis Smanda Semarang on Saturday, June 19, 2021 | 19.6.21

Foto: Pexels.com

 

Tak bisa dipungkiri, seringkali kita kagum terhadap suatu hal dan saat itulah secara sadar atau tidak sadar kita memberikan pujian. Hal ini sudah biasa dan bukanlah suatu hal yang aneh di antara kita. Terlebih, kita hidup dalam kebudayaan yang sangat ramah dan suka berbasa basi dengan memuji.

Kenapa harus hati-hati dalam memuji?

Tahu gak sih Sobat Rohis, kalau pujian itu juga dapat mendatangkan keburukan, Lho?

Pujian bisa mendatangkan penyakit 'ain' bagi seseorang yang dipuji. Tapi tidak semua pujian ya, hanya pujian yang tidak disertai permintaan berkah oleh Allah Ta’ala.

Berbicara mengenai penyakit ain, memangnya apa sih penyakit ain itu?

Penyakit ain adalah penyakit yang timbul dari pandangan mata orang lain, yang menyebabkan seseorang tiba-tiba sakit atau bahkan tiba-tiba meninggal. Terdapat pula beberapa hadis yang membuktikan bahwa penyakit ain itu benar adanya. Seperti yang telah diriwayatkan dalam hadis-hadis berikut.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين

“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ

“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1206).

Selain disebabkan oleh pandangan mata iri dan dengki, penyakit ain juga dapat disebabkan oleh pandangan mata kagum. Adapun dalil bahwa pandangan mata kagum bisa menimbulkan ain pada orang yang dikagumi, adalah hadis panjang riwayat Imam Malik tentang Sahl bin Hunaif yang dilihat dengan penuh kekaguman oleh Amir bin Rabi’ah radhiallahu’anhuma. Dari Abu Umamah bin Sahl, ia berkata:

اغتسل أَبِي سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ بِالْخَرَّارِ، فَنَزَعَ جُبَّةً كَانَتْ عَلَيْهِ وَعَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ يَنْظُرُ، قَالَ: وَكَانَ سَهْلٌ رَجُلاً أَبْيَضَ، حَسَنَ الْجِلْدِ، قَالَ: فَقَالَ عَامِرُ بْنُ رَبيعَةَ: مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلا جِلْدَ عَذْرَاءَ، فَوُعِكَ سَهْلٌ مَكَانَهُ، فَاشْتَدَّ وَعْكُهُ، فَأُتِي رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – فَأُخْبِرَ أَنَّ سَهْلاً وُعِكَ وَأَنَّهُ غَيرُ رَائِحٍ مَعَكَ يَا رسول الله، فَاَتَاهُ رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – فَأَخْبَرَهُ سَهْل بالَّذِي كَانَ مِنْ شَأنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ، فَقَالَ رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم -: “عَلاَمَ يَقْتُلُ أًحَدُكمْ أَخَاهُ؟ أَلا بَرَّكْتَ؟، إِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ، تَوَضَّأْ لَهُ”. فَتَوَضَأَ لَهُ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ، فَرَاحَ سَهْل مَعَ رَسُولِ الله – صلى الله عليه وسلم – لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ

“Suatu saat ayahku, Sahl bin Hunaif, mandi di Al Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan Amir bin Rabi’ah ketika itu melihatnya. Dan Sahl adalah seorang yang putih kulitnya serta indah. Maka Amir bin Rabi’ah pun berkata: “Aku tidak pernah melihat kulit indah seperti yang kulihat pada hari ini, bahkan mengalahkan kulit wanita gadis”. Maka Sahl pun sakit seketika di tempat itu dan sakitnya semakin bertambah parah. Hal ini pun dikabarkan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, “Sahl sedang sakit dan ia tidak bisa berangkat bersamamu, wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pun menjenguk Sahl, lalu Sahl bercerita kepada Rasulullah tentang apa yang dilakukan Amir bin Rabi’ah. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Mengapa seseorang menyakiti saudaranya? Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Sesungguhnya penyakit ain itu benar adanya, maka berwudhulah untuknya!”. Amir bin Rabi’ah lalu berwudhu untuk disiramkan air bekas wudhunya ke Sahl. Maka Sahl pun sembuh dan berangkat bersama Rasulullah," (HR. Malik dalam Al-Muwatha’ [2/938] dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [6/149]).

Dari hadis tersebut, kita mengetahui bahwa begitu dahsyatnya musibah yang ditimbulkan oleh sebuah pujian yang tidak diiringi doa meminta keberkahan. Padahal sebenarnya kita tidak bermaksud menyakiti orang yang kita puji. Maka dari itu mulai sekarang berhati-hatilah dalam memberikan pujian, jangan sampai saudara-saudari kita hilang kenikmatannya karena pujian dari kita! Oleh karena itu, sobat Rohis jangan sampai lupa untuk mendoakan agar orang yang kita puji diberi keberkahan oleh Allah Ta'ala.

Seperti Ibnul Qayyim rahimahullah katakan:

وإذا كان العائن يخشى ضرر عينه وإصابتها للمعين، فليدفع شرها بقوله: اللهم بارك عليه

“Orang yang memandang dengan pandangan kagum khawatir bisa menyebabkan ain pada benda yang ia lihat, maka cegahlah keburukan tersebut dengan mengucapkan: Allahumma baarik ‘alaih (Ya Allah berikan keberkahan kepadanya)” (Ath Thibbun Nabawi, 118).

Sobat Rohis juga bisa mengucapkan Barakallahu fiik ketika sedang berhadapan langsung dengan orang yang dipuji. Jika orang yang dipuji berada jauh dari kita, bisa juga dengan barakallahu fihi (laki-laki) dan barakallahu fiha (perempuan). Ketika kita harus kagum dengan kenikmatan diri kita sendiri, kita bisa mengucapkan MasyaAllah. Kalaupun Sobat Rohis kesusahan atau tidak terbiasa mengucapkannya dalam bahasa Arab, kalian juga bisa mengucapkannya dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa lainnya. Seperti, semoga Allah berkahi dia, semoga Allah berkahi prestasinya, semoga Allah berkahi  rumah barunya, dan lain sebagainya.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan ketika kita sudah terkena penyakit ain?

Adapun beberapa cara dan doa yang dapat kita lakukan, yaitu :

1.     Ketika kita mendapat lemparan ain, tetapi kita tidak tahu siapa yang melemparkan kepada kita. Maka kita bisa melakukan Ruqyah Sariyyah. Ataupun dengan doa seperti dalam hadis berikut.

 

Dalam kitab Al-Mustadrak ala Shahihain karya imam al-Hakim al-Naisaburi yang meriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Amir bin Rabiah, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengajarkan suatu doa untuk orang-orang yang terkena lemparan ain.

اللَّهُمَّ ٱَذْهِبْ عَنْهُ حَرَّهَاوَبَرْدَهَاوَوَصَبَهَا

"Ya Allah hilangkanlah rasa panasnya, rasa dinginnya, dan penyakit darinya."

(HR. Al-Hakim, isnad Shahih)

اللَّهُمَّ ٱَذْهِبْ عَنْهُ حَرَّهَاوَبَرْدَهَاوَوَصَبَهَا (untuk laki-laki)

اللَّهُمَّ ٱَذْهِبْ عَنْهَا حَرَّهَاوَبَرْدَهَاوَوَصَبَهَا (untuk perempuan)

اللَّهُمَّ ٱَذْهِبْ عَنِّيْ حَرَّهَاوَبَرْدَهَاوَوَصَبَهَا (untuk diri sendiri)

 

2.     Jika kita terkena ain dan mengetahui siapa yang melemparkan ain itu ke kita. Maka mintalah baik-baik supaya orang tersebut wudhu atau mandi, kemudian air bekas wudhu atau mandinya ditampung dalam sebuah bejana lalu air itu diguyurkan kepada orang yang terkena lemparan ain.

 

Demikian, yang dapat mimin share untuk Sobat Rohis. Jangan lupa untuk selalu berdoa memohon keberkahan kepada Allah ketika kita memuji seseorang. Semoga Allah Ta’ala selalu melindungi Sobat Rohis sekalian dari segala keburukan yang terjadi. Aamiin Ya Rabb.

 

Wallahu a’lam bishawab

 

Ikuti terus update artikel-artikel menarik dari blog ROHIS SMANDA ya, Sobat Rohis! Jangan Sampai Ketinggalan!  Semoga bermanfaat 😊

 

Referensi :

https://muslimah.or.id/12515-penyakit-ain-dan-coret-mata.html

https://www.instagram.com/tv/CPXTDK7nybf/?utm_source=ig_web_copy_link

https://www.instagram.com/tv/CPZnfTvnhpc/?utm_source=ig_web_copy_link


Arti Bencana dalam Islam

Written By Rohis Smanda Semarang on Monday, February 22, 2021 | 22.2.21


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Gimana nih kabarnya sobat rohis? Semoga selalu dalam lindungan Allah dan terhindar dari suatu bencana apapun. Aamiin.

Ngomong-ngomong soal bencana, seperti yang kita tahu di awal tahun ini sudah banyak terjadi bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti pada Februari awal yang lalu, curah hujan di wilayah Jawa Tengah cukup tinggi sehingga mengakibatkan banjir di berbagai wilayah, seperti di Semarang dan sekitarnya. Mimin harap sobat rohis yang tinggal di wilayah Semarang baik-baik aja ya.

Nah, jadi definisi bencana itu apa sih? Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah langsor.

Adanya bencana seringkali dikaitkan dengan azab atau hukuman dari Allah untuk manusia. Karena manusia sudah lalai dalam menjalankan ibadah dan amanahnya kepada Allah. Eitss..jangan salah ya sobat rohis, ternyata terdapat 3 macam artian bencana bagi seseorang.

Pertama adalah bala', ini adalah ujian yang mengangkat derajat seseorang jika ia mampu melewatinya dengan baik, penuh kesadaran, keikhlasan, dan tawakkal. Bala' memperkuat keimanan dan memperkokoh ketaatan seorang hamba. Bahkan, bala' juga menjadi media peleburan dosa bagi hamba yang mampu menjalaninya dengan baik dan penuh kesabaran.

Kedua, bencana juga diartikan sebagai hukuman atau iqob, jika manusia melampaui batas dengan melanggar aturan Tuhan. Contohnya, manakala manusia mengeksploitasi sumber daya alam sehingga merusaknya dan mengganggu keseimbangan alam.

Ketiga adalah pembinasaan atau azab. Bencana ini adalah apa yang terjadi pada umat terdahulu yang menolak ajakan para nabi untuk bertauhid kepada Allah SWT. Manakala para nabi itu menyerukan keimanan, suatu kaum justru kian asyik tenggelam dalam kekufuran. Sebagai respon dari ketidakpatuhan secara berkesinambungan tersebut, maka Allah mengirimkan musibah yang membinasakan suatu kaum.

Nah, dari penjelasan tersebut kita tahu bahwasannya bencana itu tidak selalu berkaitan dengan azab. Maka dari itu, kita jangan serta merta mengartikan bencana adalah sebuah hukuman atau azab. Bisa jadi bencana tersebut adalah bala' yang menguji keimanan seseorang atau iqob yang merupakan hukuman atau peringatan.

 

Makna Bencana dalam Alquran 

1.    1.   Alquran menjelaskan bahwa Allah ingin mengingatkan kepada manusia bahwa bencana yang terjadi di daratan di lautan merupakan akibat dari ulah manusia.

ظَهَرَ الْفَسَادُفِى الْبَرِّوَالْبَحْرِبِمَاكَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ)٤١(٠

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum ayat 41)

 

2.    2.   Al-Qur’an menjelaskan secara teologis, bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam merupakan tindakan kekuasaan Tuhan. Sebagaimana firman Allah Ta'ala yang berbunyi;

مَٓااَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍفِى الْاَرْضِ وَلَافِيٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّافِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا،اِنَّ ذٰ لِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيْرٌ)٢٢(٠

  لِّكَيْلَاتَأْسَوْاعَلٰى مَافَاتَكُمْ وَلَاتَفْرَحُوْابِمَٓااٰتٰكُمْ،وَاللّٰهُ لَايُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَحُوْرٍ)٢٣(٠

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri," (QS. Al-Hadid ayat 22-23)

Nah, sekarang sobat rohis sudah tahu kan bencana itu apa? Mulai saat ini kita harus memahami apa sih arti datangnya bencana dari Allah ini. Dengan memahami, maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan. Semoga dengan ini sobat rohis jadi tambah semangat untuk selalu beribadah kepada Allah ya. Semoga bermanfaat ^_^

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 



 


Ujian Keimanan - Sa'ad bin Abi Waqash

Written By Rohis Smanda Semarang on Friday, June 12, 2020 | 12.6.20

"Demi Allah, ketahuilah wahai Ibunda, seandainya Bunda memiliki seratus nyawa, lalu ia keluar satu per satu, maka tidaklah anakmu ini akan meninggalkan agama ini (Islam) walau ditebus dengan apa pun."

••••••••••

Sa'ad bin Abi Waqash merupakan seorang sahabat Rasulullah Saw. yang dijamin masuk surga. Beliau memeluk Islam ketika berumur 17 tahun. Suatu hari, Abu Bakar menemuinya dan mengajak Saad bertemu Rasulullah. Pertemuan itu mengesankan bagi Sa'ad. Ia pun segera menerima risalah Nabi Muhammad Saw. dan mengucapkan syahadatain. Sejak saat itu, Sa'ad menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam, yakni dalam era Makkah atau sebelum Hijrah.



Mengetahui anaknya mengikuti ajaran Muhammad, ibunda Saad murka. Berhari-hari ibu Saad mogok makan, berharap anaknya luluh dan keluar dari agama Islam. Semakin hari, keadaan ibunya semakin buruk. Dalam ujian keimanan yang berat seperti ini, keimanan sang sahabat kokoh menghujam dan keluarlah kalimat yang abadi itu. 

"Demi Allah, ketahuilah wahai Ibunda, seandainya Bunda memiliki seratus nyawa, lalu ia keluar satu persatu, maka tidaklah anakmu ini akan meninggalkan agama ini (Islam) walau ditebus dengan apa pun."


Akhirnya, sang ibu rela anaknya memeluk agama Islam. Selang waktu kemudian, turunlah wahyu terkait kisah Saad ini, yaitu QS. Luqman ayat 15.


وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Episode 2 (Ta’aruf) : “Mati Satu Tumbuh Seribu.”

Written By Rohis Smanda Semarang on Saturday, April 25, 2020 | 25.4.20


Eeeiitss! Jangan lupa baca episode sebelumnya yaaw! Supaya paham akan isi dari episode kedua. Enjooy, hehe!
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Kantin Sekolah - Sekolah Anak Indonesia            Keadaan yang semula membeku kini kian mencair, bersamaan dengan tawa kami berdua yang sebenarnya masih kaku-kaku.

            “Memang beneran begitu? Sampai salah masuk tempat wudhu? Kok bisa? hahaha!” kataku yang belum berhenti cekikikan mendengar cerita Risya tentang seorang pemuda yang salah masuk tempat wudhu.

            “Iyaa! Ya, kejadian itu sama aja seperti ketika kita terlalu suka dan senang dengan kenikmatan yang saat ini kita genggam, bikin terlena. Padahal yang seharusnya bisa membawa kita ke Surga, eh nyasar deh ke neraka.” Ujarnya.

Dan benar. Lagi dan lagi kata-katanya cukup bisa membuat aku melamun menatapnya. Kehabisan kosa kata sampai tidak ada jawaban yang bisa aku katakan. Paling-paling hanya mengangguk tanda aku paham.

Suasana kantin saat ini, ya, jauh dari ekspetasiku yang kerap kali mejadi ketakutan tanpa sebab yang pasti. Ramai, namun tetap damai. Tanpa ada keributan yang merugikan ditengah keramaian. Namun, tidak bisa dipungkiri disini sangat-sangat terlihat mengelompok sama seperti keadaan kelas yang selama ini aku keluhkan. Dan..

            “Risya! Dicariin di kelas, rupanya disini. Hmm,” sapa seorang gadis berkulit sawo matang yang datang dari sisi kiri Risya.

            “Aduuh, maaf ya, Asma’. Tadi aku keluar duluan, soalnya ada perlu sama Bu Lely, biasa susulan ulangan kemarin. Hehe.”

            “Heem, its oke!” jawab gadis sawo matang itu yang kemudian sontak memandang aku yang sedang nikmat menyantap bakso mercon Bu Sri.
Sepertinya dia sangat asing terhadap aku, dan sepertinya juga dia ingin tahu siapa orang yang sekarang tepat berada di depan temannya itu, Risya.

            “Ai’, sebelas mipa dua!”

Aku sengaja memulai percakapan. Setidaknya sebelum ia mengambil keputusan untuk menilai bagaimana diriku. Ini juga merupakan langkah awal mencegah banyak pikiran yang terkadang lebih senang menerka-nerka. Ujung-ujungnya ya, semua berdasarkan menurut diri sendiri.

            “Asma’. Oh, adek kelas.”

Meski jawabannya sedikit kecut. Ah, tapi tidak-tidak! Jangan beranggapan macam-macam.
Risya pun meminta Asma’untuk bergabung bersama kami. Berharap kami bertiga bisa menjadi kawan baik kedepannya. Dan.. berharap aku akan semakin mengenalnya. Namun, diluar dugaan. Ternyata ia menolak, ia lebih memilih pergi meninggalkan kerumunan kantin. Katanya ingin merampungkan tugas sekolah yang semalam ia cicil.

“Risya, aku pamit juga ya, kelas aku jauh soalnya dari kantin. Takut kena hukum nanati kalau terlambat masuk kelas.” Ujarku.

“Mm, kalau begitu aku ngga jadi ke kelas deh. Tiba-tiba pengen makan pedes!” ucap Asma’yang tiba-tiba kembali. Sedikit aneh, namun aku coba untuk tidak ikut-ikutan berpikir aneh.

Akhirnya pun aku bergegas menuju kelas dan meninggalkan kebingungan akan sikap Asma’ terhadapku.



       

Episode 1 (Pengenalan) : “Apapun yang Didatangkan, Pasti Punya Tujuan.”

Written By Rohis Smanda Semarang on Saturday, February 29, 2020 | 29.2.20



Perkenalkan, namaku Ai’Nur Kamila. Kebanyakan orang sih memanggilku dengan sebutan Ai’. Pakai tanda petik satu diatasnya. Pengucapannya sama dengan ketika melafalkan huruf ‘ain dalam huruf hijaiyah. Bisa dibilang aku adalah seorang introvert yang ingin taubat. Hehe. Memaksakan diri untuk tidak memikirkan segala sesuatunya berdasarkan, ‘menurutku…’

Sebenarnya introvert ini bukan bagian dari penyakit menular, atau bahkan gangguan kejiwaan yang terlanjur kalut dipemikiran mereka-mereka yang sering menjadikan kata introvert sebagai bahan ‘guyonan’. Bahkan bisa dibilang aku cukup tersiksa dalam jeratan sifat yang satu ini, akan tetapi juga cukup sulit menyesuaikan lingkungan dan keluar dari zona ini. Nah, yap! ini merupakan singkat kisahku ketika aku menarik diriku untuk keluar dari 
"z o n a  a m a n."
...

             Saat itu langkahku terburu-terburu, tepat satu menit setelah bel istirahat berbunyi. Kupercepat terus langkah kakiku, dengan membawa perasaan tak sabar untuk tiba di taman belakang sekolah yang sepi nan menenteramkan itu. Di waktu yang bersamaan, petaka datang. Seorang gadis tinggi semampai tak sengaja menghantamkan tubuhnya hingga mengenai bahuku.

            “Aduh!!”

            “Astaghfirullahalazim! Ah, maaf ya, aku nggak sengaja tadi. Kamu baik-baik aja,kan?”

Tak ada jawaban apapun dari bibirku. Melainkan hanya ada pandangan kosong menatap wajah berseri nan teduh dari sosok itu.

            “Heii! Kamu nggak apa-apa?” dia menegurku lagi.

            “Ooh, maaf-maaf. A..aku nggak apa-apa kok.” Jawabku sedikit gugup.

Kemudian tanpa berpikir panjang, aku bergegas pergi tanpa permisi. Mempercepat langkah sambil mendekap buku dan penaku yang beberapa kali hampir lolos dari genggamanku.

            Ku duduki kursi panjang yang hampir rapuh itu, dengan pohon mangga besar yang memberi kesan teduh. Tak lain tak bukan, di sana kucurahkan semua emosi ku. Berharap tak ada siapapun yang tahu tentang semua kegundahanku. Pena dan buku jadi sasaran pelampiasan setiap harinya. Hingga dalam waktu dua hari saja buku notes ini penuh akan curahan hati.

Awalnya aku ingin menyembunyikan air mata yang hendak jatuh, tapi lagi dan lagi gadis itu mendapatiku yang tengah mengusap-usap air mataku.

            “Ada apa kemari? Kamu ngikutin aku, ya?!” tanyaku dengan intonasi sedikit naik.

            “Uh, maaf-maaf. Bukan begitu, aku hanya merasa kamu sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu, aku berusaha mencuri langkah untuk… ya, mungkin bisa menjadi tempat keluh kesahmu.”

Lagi dan lagi dia menatap dengan penuh kesejukan, setiap yang ia katakan selalu mengandung kehangatan. Aku tidak pernah menemui seorang gadis yang lemah lembut seperti dia.

            “Aku sudah biasa seperti ini. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, apalagi sampai diceritakan ke orang-orang. Karena, menurutku kamu terlihat seperti siswi yang punya banyak teman, nggak tahu bagaimana rasanya dipojokkan.” Balasku.

            “Huh? Itu menurut sudut pandangmu. Kamu belum mengenali aku, kan?”

            “Risya Khairani!” sambil mengulurkan tangannya.

            “Ai’!”

            “Sekarang, kita berteman?” dia menanyakan ini kepadaku, dengan semburan matanya yang membulat dan senyumnya yang memamerkan lesung pipi yang manis.

            Aku tidak menjawab sepatah katapun, hanya anggukan kepala sebagai isyarat setuju.

            “Allahuakbar.. Allahuakbar!” Azan zuhur berkumandang.

            “Muslimah, kan?” tanya Risya.

            “Hah? Ya, seperti yang kamu lihat, aku berhijab.”

            “Hahaha, bercanda aja. Yuk, shalat di masjid!”

            Kemudian suara kumandang azan mengiringi langkah kami berdua menuju masjid sekolah yang lokasinya cukup dekat dengan lokasi kami berbincang tadi. Hari ini merupakan hari dimana ada seseorang yang dengan legowo menyatakan ingin berteman denganku. Karena yang sudah-sudah hanya datang, kemudian memaki. Dan hari ini juga merupakan awal dimana aku keluar dari zona amanku.  



Sertijab 2019/2020

Written By Rohis Smanda Semarang on Friday, December 27, 2019 | 27.12.19

Teruntuk adik-adikku,

Segala letih dan lelah yang tertempuh dalam setahun terakhir, kini telah berakhir masanya. 

Segala peluh dan air mata yang terkenang setahun terakhir, kini melengkungkan senyum indahnya. 

Perjuangan kami telah berakhir, adik-adikku. 

Kini, giliran kalian meneruskannya. Meneruskan perjuangan para prajurit Allah untuk terus mendakwahkan masyarakat di sekolah. Kini, kalianlah pemegang panji itu.

Jangan terlalu larut dalam kelelahan. Ingat seberat apapun pundakmu membawa beban, setinggi apapun kamu mendongak, sesakit apapun perjuanganmu, kamu masih memiliki tempat untuk terus bersujud. 

Jaga selalu ROHIS SMA Negeri 2 Semarang untuk satu tahun ke depan, dan setelahnya, adik-adikku. Ingat selalu amanah kalian. 


Insyaallah, Lelahmu Lillah.

Tertanda, 
Pengurus Rohissmanda periode 2018/2019


Alhamdulillah, ROHIS SMA Negeri 2 Semarang telah melakukan Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) periode 2019/2020 yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Desember 2019

Pada Sertijab periode ini telah disahkan  
Pilar Yoga Nanda sebagai Ketua Rohissmanda
Afif Ghani Zahran sebagai Ketua Departemen Kaderisasi
Farhan Rizky sebagai Ketua Departemen Dakwah
Aditya Kurniawan sebagai Ketua Departemen Infomed
Khairul Ikwan sebagai Ketua Departemen Takmir
Devita Ayu Rosiana sebagai Ketua Departemen Annisa

Insyaallah, semoga Allah selalu menaungi para penerus dakwah di sekolah tercinta ini. Semoga, yang telah diberi amanah menjaganya dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab. Semoga Allah senantiasa menemani langkah mereka.

Aamiinn..

Semangat, dan Berjuanglah, para pengurus baru. Insyaallah, segala lelah yang kalian rasakan, Lillah. 

Karena, Amanah tidak akan pernah salah memilih pundak.

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh~


ROHISSMANDA~
BELAJAR, BERJUANG, BERTAKWA,
ALLAHUAKBAR!!

Lembayung Karsa

Written By Rohis Smanda Semarang on Sunday, December 22, 2019 | 22.12.19


// Tentang Jiwa yang Mati Rasa Akan Luka //

         Ini, kisah ku. Mungkin juga kisahmu, dan kita semua. Kisah metamorfosis dari kecil hingga mendewasa. Perubahan signifikan yang kadang kita sendiri tak rasa. Jari-jari tangan penuh cinta turut berperan seiring tumbuhnya diriku, kamu, dan kita semua. Diikuti senyum tipis. Ibu. Ibu. Ibu. Perwakilan dari banyaknya sebutan anggun. Iya. Ibu namanya. Gelar tertinggi yang kelak diemban oleh seluruh kaum hawa di dunia. Bersyukurlah. Jadi ibu tidak mudah. Susah, lelah, sampai pasrah.



            Kita semua tahu, bahwa tak ada satu pun manusia yang lahir tanpa kerja keras seorang ibu. Wanita tertangguh sejagaaatt rayaaa. Hehe. Yang setiap harinya namaku, namamu, nama kita semua, tak pernah absen dari runtutan doanya. Berharap kelak nanti aku, kamu, dan kita semua jadi manusia berhati, berjiwa, berperasaan. Tak apa bila kelak tak mengusung gelar, yang ibu harapkan agar jadi manusia berguna. Memiliki kasih dan sayang yang utuh jadi satu. Tidak hanya setengah-setengah. Hanya kasih, ataupun hanya sayang.


'menghela napas sebentar'

            Aku lelah bila bicara soal ibu. Tak akan cukup waktuku. Andai kata aku pun sanggup untuk mengungkap, kalimatnya tak akan sempurna. Didesak oleh air mata yang memaksa luruh. Bersamaan dengan rasa kesal penuh. Kesal, mengapa masih membangkang? Aku, kami, dan kita semua, tanpa sengaja pasti pernah, mengukir luka di hati tulusnya. Berusaha menghapus, namun tak sampai bersih. Bagaimanapun juga kaca yang pecah bila dirangkai kembali, wujudnya tak lagi sama sempurna. Namun, kata maaf diam-diam selalu menyelinap. Terlihat dari sorot matanya yang teduh menatap anak-anaknya.

Untuk : Istri Ayahku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu. Aku ingat. Ketika mataku untuk pertama kalinya menatap sejuk senyummu yang dibasahi air mata haru-mu. Selembut itukah, Bu? Bahkan saat-saat menahan lara pun, engkau mampu tersenyum dan menangis dalam waktu bersamaan.

Kemudian menginjak usia balita, engkau mengajariku berbicara, berbahasa dengan baik, berjalan, mengenal sekitar. Lalu di usia awal sekolah, bapak ibu guru sering mengingatkan aku dan teman-teman ku untuk belajar mengeja namamu. I-b-u.

Hingga sekarang aku mendewasa, aku menganalisa makna kata yang kerap aku dan mereka semua ucapkan. I-b-u. Cukup singkat. Hanya tiga huruf. Tiga huruf yang ketika berbicara mampu menggetarkan dada dan ketika menangis meresahkan segenap diri.

Maaf ibuku. Maaf. Maaf.

Maaf hingga detik ini aku belum sempat mengangkat namamu dengan berbagai aksi kerenku. Anakmu kini hanya bisa mengingat dirimu, jasamu, berharap agar setiap langkah, ridho-mu tak pernah terlewat.

Kasih, sayang, dan cintamu semoga menurun kepada orang-orang yang terlahir dari perut kuat mu. Yang senantiasa memanusiakan manusia. Tak banyak yang bisa ku beri, Bu.
Ini sebait terakhirku. Selembar sajak ini berlaku untuk hidup dan matiku, Bu. Bukan ketika tanggal dua puluh dua desember saja. Hari ibu untukmu adalah sepanjang hari. Tidak hanya hari ini saja. Cintaku buatmu sepanjang masa usia orang terdahulu, bukan sebatas usia senja. Karena buatmu, tak akan ada habisnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
                                                                                  
                                                                    manusia yang semoga saja tahu diri

                                                                                          
                                     Anakmu


 
Support : Nusanadaft | Syiar Smanda | AFLAH WEB
Copyright © 2009-2014. ROHIS SMANDA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Q.S. Muhammad ayat 7)